site

Tetap nyanyikan lagu klasik Melayu, jangan sampai hilang dan terkubur

TULISAN pendamping atas prakarsa Dayang Nurfaizah yang memilih genre musik melayu klasik sebagai masterpiece terbarunya mempengaruhi Merak Jalanan untuk mendengarkan lagu-lagu penyanyi tersebut.

Selama kira-kira sebulan, halwa telinga ini hari-hari mendengar seluruh karya dalam album Belagu I dan Belagu II.

Sebagai orang yang selalu ‘mendengarkan’ lagu-lagu Jepang, Inggris, dan Indonesia, Merak Jalanan baru menyadari betapa hebatnya lagu-lagu Melayu kita.

Salah satu faktor yang diakui Merak Jalanan, aransemen musiknya yang diberi nafas baru, namun perubahan ritmis yang tidak berlebihan membuat setiap karya menjadi sangat nikmat.

Kita akan menjadi larut dan asyik mendengar keindahan karya-karya klasik ini. Bahasa yang digarap juga bersifat intuitif, cukup puitis dan begitu indah sehingga menyentuh kalbu.

Setiap untaian kata terlihat mampu menyampaikan pesan yang tepat atas sesuatu yang ingin diungkapkan.

Tidak berlebihan jika dikatakan, penciptaan lagu-lagu Melayu Klasik ‘membentuk’ kenikmatan dan kepuasan jiwa yang mendengarkannya.

Salah satunya, para pawang Dayang menyanyikan lagu-lagu harta karun bangsa ini tak bisa dipungkiri.

Namun jika ditelusuri, ternyata tidak banyak penyanyi era ini seperti Dayang yang mencoba memperjuangkan lagu-lagu melayu klasik.

Apakah karena kurang minat, kurang kemampuan, kurang dana atau mereka menganggap karya-karya lama sudah tidak bisa lagi ‘membeli’ jiwa generasi sekarang?

Jika itu menurutnya, Merak Jalanan menganggap pandangan itu tidak tepat. Banyak yang menyukainya, tetapi tidak diungkapkan secara luas.

Oleh karena itu, tanggung jawab inilah yang perlu dimainkan oleh para pelaku industri untuk terus menjunjung tinggi irama Melayu klasik.

Setidaknya ada yang bisa dibanggakan oleh anak-anak Melayu.

Keluaran HK Hari Ini

Togel Hongkong

Togel Deposit Pulsa

Data Keluaran SGP

Togel Sidney Hari Ini

Pengeluaran Sidney Hari Ini